Hama Keong di Sawah

Hama Keong di Sawah

Produksi padi di negara Indonesia menjadi salah satu produksi paling besar di Asia Tenggara. Maka tak heran jika hampir di setiap daerah banyak ditemui budidaya tanaman padi. Disamping itu, karena makanan pokok masyarakat kita adalah beras maka produksi padi ini selalu dituntut berkualitas untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Para petani pun diharuskan untuk melakukan berbagai macam upaya untuk dapat meningkatkan produksi padi dan harus menghindari produksi dari berbagai ancaman berbahaya seperti hama dan penyakit.

Salah satu jenis hama yang seringkali menyerang tanaman padi adalah hama keong di sawah. Jenis hama yang satu ini biasanya akan menyerang tanaman padi pada masa vegetatif, terkadang pada masa pembibitan.

Cara kerja hama keong mas dalam merusak tanaman padi adalah dengan memarut (mengikis) jaringan tanaman padi dan kemudian memakannya. Maka dari itu, para petani sudah seharusnya mengerti bagaimana cara mengatasi hama keong di sawah. Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai cara mengatasi hama keong mas.

Mengatasi Hama Keong Mas dengan Cara Mekanik

Untuk mengatasi hama keong mas dengan caa mekanik ini sangat mudah dan sudah banyak diterapkan oleh para petani. Adapun cara mengatasi hama keong mas dengan menggunakan cara mekanik adalah sebagai berikut:

  1. Mengambil telur dan keong mas secara langsung yang ada di area budidaya tanaman padu
  2. Membuat parit sempit yang cukup dalam (sesuai dengan kebutuhan), kemudian diisi dengan daun-daun sebelum area budidaya tanaman padi dikeringkan. Parit yang berisi dedaunan dan air tersebut akan mengundang banyak keong mas untuk langsung berkumpul sehingga para petani akan lebih mudah untuk mengumpulkannya. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dedaunan yang paling efektif untuk digunakan dalam tahap pengendalian hama keong mas ini adalah daun pepaya, daun pisang, dan juga daun tagalolo.

Kedua cara pengendalian hama keong mas secara mekanik yang kami bagikan diatas akan sangat efektif jika digunakan pada lahan padi yang tidak begitu luas.

Baca juga : AgroBibitTanaman.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *